Thursday, October 23, 2008

Kucing,the symbol of the university is....

Kucing, Felis Silvestris-Catus adalah sejenis karnivora kecil dari keluarga Felidae yang sudah dijinakkan selama ribuan tahun. Kata "kucing" biasanya merujuk kepada "kucing" yang dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada "kucing raksasa" seperti singa, harimau, macan dan sebagainya.


Kucing telah berasosiasi dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 3.500 tahun yang lalu, ketika orang Mesir kuno menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari hasil panen mereka. Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia. Kucing yang garis keturunannya dicatat secara resmi disebut sebagai kucing ras atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia. Sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.

Darimana asal kucing

Tak seorang pun tahu kapan kucing ini mulai bercokol di bumi.

Tapi, peneliti dunia masa silam percaya, nenek moyang kucing adalah Miacis. Binatang liar yang sosoknya mirip musang yang hidup pada masa Eocene, kira-kira 50.000.000 tahun silam. Selain itu Kucing pernah dilindungi oleh Undang-Undang. Pada tahun 1.800-an ditemukan suatu kuburan atau tepatnya "situs" berisikan 300.000 mumi kucing dimana semuanya masih utuh menandakan dahulu kucing memang suatu hewan yang spesial. Akhir

Catatan paling awal tentang usaha domestikasi kucing adalah sekitar tahun 4000 SM di Mesir, ketika kucing digunakan untuk menjaga toko bahan pangan dari serangan tikus. Namun, baru-baru ini dalam sebuah makan di Shillourokambos, Siprus, bertahun 7500 SM, ditemukan kerangka kucing yang dikuburkan bersama manusia. Karena tikus bukanlah hewan asli Siprus, hal ini menunjukkan bahwa paling tidak pada saat itu, telah terjadi usaha domestikasi kucing. Kerangka kucing yang ditemukan di Siprus ini mirip dengan spesies kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing rumahan saat ini.

Orang Mesir kuno menganggap kucing sebagai penjelmaan dewi Bast, juga dikenal sebagai Bastet atau Thet. Hukuman untuk membunuh kucing adalah mati, dan jika ada kucing yang mati kadang dimumikan seperti halnya manusia.

Di abad pertengahan, kucing sering dianggap berasosiasi dengan penyihir dan sering dibunuh dengan dibakar atau dilempar dari tempat tinggi. Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa takhyul seperti inilah yang menyebabkan wabah Black Death menyebar dengan cepat. Black Death diperkirakan merupakan sebuah wabah penyakit pes di Eropa pada abad ke-14. Cepatnya penyebaran wabah ini menyebabkan banyak orang waktu itu percaya bahwa setanlah yang menyebabkan penyakit tersebut. Pernyataan Paus yang menyebutkan bahwa kucing, yang berkeliaran dengan bebas, telah bersekutu dengan setan. Karena pernyataan ini, banyak kucing dibunuh di Eropa pada saat itu. Penurunan jumlah populasi kucing menyebabkan meningkatnya jumlah tikus, hewan pembawa penyakit pes yang sesungguhnya.

Saat ini, orang masih percaya bahwa kucing hitam adalah pembawa sial sementara ada yang percaya bahwa kucing hitam justru membawa keberuntungan. Kucing juga masih diasosiasikan dengan sihir. Kucing hitam sering diasosiasikan dengan Halloween. Penganut wicca dan neopaganisme yang lain mempercayai bahwa kucing sebenarnya baik, mampu berhubungan dengan dunia lain, dan dapat merasakan adanya roh jahat.

Di Asia, kucing termasuk ke dalam salah satu zodiak Vietnam. Namun kucing tidak termasuk ke dalam zodiak Tionghoa. Menurut legenda, ketika Raja Langit mengadakan pesta untuk hewan yang akan dipilih menjadi zodiak, ia mengutus tikus untuk mengundang hewan-hewan yang telah dipilihnya. Bagian cerita ini dikisahkan dalam berbagai versi, tikus lupa untuk mengundang kucing, tikus menipu kucing mengenai hari pesta, dan berbagai variasi lainnya. Pada akhirnya kucing tidak hadir dalam pesta itu, tidak terpilih menjadi hewan zodiak, sehingga memiliki dendam kesumat pada tikus.

Cat Techno




Thursday, October 16, 2008

Kucing,the symbol of the university is....

Kucing, Felis Silvestris-Catus adalah sejenis karnivora kecil dari keluarga Felidae yang sudah dijinakkan selama ribuan tahun. Kata "kucing" biasanya merujuk kepada "kucing" yang dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada "kucing raksasa" seperti singa, harimau, macan dan sebagainya.

Kucing telah berasosiasi dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 3.500 tahun yang lalu, ketika orang Mesir kuno menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari hasil panen mereka. Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia. Kucing yang garis keturunannya dicatat secara resmi disebut sebagai kucing ras atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia. Sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.

Darimana asal kucing

Tak seorang pun tahu kapan kucing ini mulai bercokol di bumi.
Tapi, peneliti dunia masa silam percaya, nenek moyang kucing adalah Miacis. Binatang liar yang sosoknya mirip musang yang hidup pada masa Eocene, kira-kira 50.000.000 tahun silam. Selain itu Kucing pernah dilindungi oleh Undang-Undang. Pada tahun 1.800-an ditemukan suatu kuburan atau tepatnya "situs" berisikan 300.000 mumi kucing dimana semuanya masih utuh menandakan dahulu kucing memang suatu hewan yang spesial. Akhir

Catatan paling awal tentang usaha domestikasi kucing adalah sekitar tahun 4000 SM di Mesir, ketika kucing digunakan untuk menjaga toko bahan pangan dari serangan tikus. Namun, baru-baru ini dalam sebuah makan di Shillourokambos, Siprus, bertahun 7500 SM, ditemukan kerangka kucing yang dikuburkan bersama manusia. Karena tikus bukanlah hewan asli Siprus, hal ini menunjukkan bahwa paling tidak pada saat itu, telah terjadi usaha domestikasi kucing. Kerangka kucing yang ditemukan di Siprus ini mirip dengan spesies kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing rumahan saat ini.

Orang Mesir kuno menganggap kucing sebagai penjelmaan dewi Bast, juga dikenal sebagai Bastet atau Thet. Hukuman untuk membunuh kucing adalah mati, dan jika ada kucing yang mati kadang dimumikan seperti halnya manusia.

Di abad pertengahan, kucing sering dianggap berasosiasi dengan penyihir dan sering dibunuh dengan dibakar atau dilempar dari tempat tinggi. Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa takhyul seperti inilah yang menyebabkan wabah Black Death menyebar dengan cepat. Black Death diperkirakan merupakan sebuah wabah penyakit pes di Eropa pada abad ke-14. Cepatnya penyebaran wabah ini menyebabkan banyak orang waktu itu percaya bahwa setanlah yang menyebabkan penyakit tersebut. Pernyataan Paus yang menyebutkan bahwa kucing, yang berkeliaran dengan bebas, telah bersekutu dengan setan. Karena pernyataan ini, banyak kucing dibunuh di Eropa pada saat itu. Penurunan jumlah populasi kucing menyebabkan meningkatnya jumlah tikus, hewan pembawa penyakit pes yang sesungguhnya.

Saat ini, orang masih percaya bahwa kucing hitam adalah pembawa sial sementara ada yang percaya bahwa kucing hitam justru membawa keberuntungan. Kucing juga masih diasosiasikan dengan sihir. Kucing hitam sering diasosiasikan dengan Halloween. Penganut wicca dan neopaganisme yang lain mempercayai bahwa kucing sebenarnya baik, mampu berhubungan dengan dunia lain, dan dapat merasakan adanya roh jahat.

Di Asia, kucing termasuk ke dalam salah satu zodiak Vietnam. Namun kucing tidak termasuk ke dalam zodiak Tionghoa. Menurut legenda, ketika Raja Langit mengadakan pesta untuk hewan yang akan dipilih menjadi zodiak, ia mengutus tikus untuk mengundang hewan-hewan yang telah dipilihnya. Bagian cerita ini dikisahkan dalam berbagai versi, tikus lupa untuk mengundang kucing, tikus menipu kucing mengenai hari pesta, dan berbagai variasi lainnya. Pada akhirnya kucing tidak hadir dalam pesta itu, tidak terpilih menjadi hewan zodiak, sehingga memiliki dendam kesumat pada tikus.

Tangkap aku !!!

Cats forever

Indonesian Cat Rescue


Wah, selama ini aku masih kalah dibandingkan blogger blogger lain yang udah lebih dulu join di milis atau forum forum kucing.Ada banyak blogger yang gabungan di milis kucing bahkan ada yang udah punya situs sendiri such as Jenina Lontoh (Kucingkita.blogspot.com), Kunamon (Kunamon.blogspot.com) , Catras (Catras.blogspot.com) and banyak lagi yang lain.

Q soalnya baru tahu sih kalo ada fasilitas milis yang memungkinkan kita bisa buat group sendiri atau joinan di klub atau forum tentang apa saja.Yang paling baru sih, Aku coba coba surfing di yahoo dan nemuin milis kucing yang unik : Indonesian Cat Rescue. Awalnya aku baca nih milis, milis apaan nih? So pasti ttg kucing, tapi unik banget.Dari namanya Q tahu kalo nih milis dah banyak membernya. Pasti sudah ngadain kopdar dan membahas masalah2 kucing.

Dari motonya “Save the cat, Save the world” , milis ini mencoba meningkatkan kesejahteraan kucing terutama kucing yang terlantar karena ulah manusia.Milis ini mencoba membahas kepedulian terhadap kucing dan kesehatan kucing.Tema temanya mengarah kepada peningkatan kesejahteraan kucing dan termasuk juga pernah mengadakan baksos dan program sosial.

Dari awal Q ngeliat milis ini, aku udah tertarik.Maka dari itu, aku yang selama ini haus akan info tentang kucing,langsung aja,demi melihat milis ini, aku masuk dan join this group.

Alhamdulillah, aku diterima.

Buat pembaca lainnya, yang ingin mendiskusikan masalah kucing dan melakukan penyelamatan terhadap kucing kucing di sekitar kita, maka bergabunglah bersama milis Indonesian Cat Rescue. Save the cat, Save the world.

Cat and the toys

10 kittens

Mimik susu dulu , yach

Monday, October 13, 2008

Mr. Peebles,kucing terkecil di dunia


Mr. Peebles terdaftar dalam Guinness Book of World Records sebagai kucing terkecil di dunia. Saat ini ia hidup di sebuah klinik hewan di Illinois, Amerika Serikat. Kucing yang berumur empat tahun pada tahun 2008 ini, mempunyai tinggi 15 cm dan berat sekitar 1 Kg dan dapat masuk ke dalam gelas berukuran 200 ml.Mr. Peebles sekarang diadopsi oleh Dr. Donna Sassman, yang merasa bersalah dan kasihan terhadap Mr. Peebles. "Saya berada di rumah dan sedang memvaksinasi anjing saya dan saya melihat Mr. Peebles.Dia sangat lucu dan saya bertanya kepada pemiliknya 'Bolehkah saya memilikinya?' dan pemiliknya berkata "ya, apabila kamu dapat menangkapnya" kata Dr. Donna Sassman.
Dokter di klinik hewan mengatakan bahwa Mr Peebles mengalami kelainan genetik dan dia tidak akan tumbuh menjadi lebih besar.
"I have to feed him at least four times a day to sustain his weight," says owner of Mr. Peebles. "I do bring him to bed with me at night between my husband and I. And he curls up in my arms and sleeps next to my neck when it's cold. And one of his best habits, he'll lick me on the chin at night to give me a kiss."
Wow, ternyata walau bertubuh kecil, Mr Peebles ternyata dapat memberikan kejutan spesial kepada tuannya saat malam, yaitu memberi sebuah ciuman. ehm, mesranya...

Kucing bertelinga empat


DOWNER GROVE, MINGGU - Tampangnya aneh, tapi justru itulah yang membuat seekor kucing berusia 2 tahun bernama Yoda menjadi sangat terkenal. Kucing berwarna abu-abu gelap tersebut menjadi sangat terkenal karena memiliki telinga empat.

Telinga tambahan membuat kucing milik pasangan Ted dan Valerie Rock di Downer Groove, wilayah pinggiran Chicago. Illinois, AS itu bertampang "hantu". Sekilas penampilannya juga tak jauh berbeda dengan Yoda, nama tokoh dalam film Star Wars, yang memiliki telinga lancip.

Gara-gara kucing itulah, pasangan Rock harus kebanjiran telepon dari sejumlah media cetak dan elektronik. Ia mengatakan, sudah mendapat tawaran dari produser acara Good Morning America, Fox News, dan Tyra Banks Show agar kucingnya bisa tampil di depan kamera televisi.

"Sungguh mengejutkan, selama beberapa hari terakhir telepon kami tak henti-hentinya berdering," ujar Ted Rock.

Gara-gara Internet

Tanpa Internet, Yoda mungkin tak seterar itu. Yoda mulai menjadi pembicaraan saat fotonya pertama kali dipasang di Flickr oleh Glen, anak laki-laki pasangan Rock.

Chicago Tribun melaporkan foto tersebut kemudian dibeli sebuah agensi foto Inggris Barcroft Media dan didistribusikan ke sejumlah tabloid di Inggris. Kini foto Yoda tak hanya beredar di media cetak Inggris namun juga ke senatero jagat melalui blog dan situs Internet.

Padahal, Yoda awalnya seekor kucing yang disia-siakan. Pasangan Rock menemukannya pertama kali di bar Blue Island saat menonton pertandingan Chicago Bears tahun 2006.

Kucing tersebut adalah kepunyaan pemilik bar. Orang-orang yang berkunjung ke bar tersebut rata-rata mengabaikan kucing yang diketahui masih berusia delapan minggu.

Beberapa yang tertarik mempermainkan telinga tambahannya, meledek penampilannya, dan menyebutnya Kucing hantu dan Beelzebub. Pemilik bar meletakkannya di kandang untuk menjadi bahan tertawaan pengunjung.

Saat melihatanya pertama kali tak ada rasa tertarik sama sekali, namun pasangan Rock menaruh belas kasihan. Keduanya akhirnya memohon kepada pemilik bar untuk mengadopsi kucing tersebut. Siapa menyangka kalau akhirnya Yoda menjadi kucing selebriti saat ini.

Ras kucing asli Indonesia

Tidak semua orang Indonesia menyadari bahwa negaranya adalah salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Padahal beberapa spesies flora dan fauna baru banyak ditemukan di negara kita. Begitu pula kucing, sifat geografi negara kepulauan menyebabkan ada sekumpulan kucing yang berkembangbiak disebuah pulau kecil. Perkembangbiakan tersebut berlangsung terus menerus dan kemurnian genetiknya secara alami tanpa campuran gen dari kucing-kucing lain. Siapa sih yang tidak bangga kalau negara kita ini punya ras kucing asli Indonesia yang diakui "perkucingan" tingkat dunia ?.

Yang pasti, negara tercinta ini mempunyai satu ras kucing asli. Bukan ras "kampung" yang sering berkeliaran di pasar-pasar. Bukan juga ras Javanese atau balinese yang menggunakan nama pulau di negara kita. Ras kucing asli Indonesia ini, hidup dan berkembang biak di Madura.

Seperti halnya ras anjing Kintamani yang awalnya hanya berkembangbiak di pulau Bali, kucing madura juga berkembang biak di sebuah pulau kecil bernama Raas yang terletak di sebelah timur pulau Madura.

Kucing Raas ini mempunyai bentuk tubuh yang menyerupai leopard. Saat ini telah diketahui dua warna yang sering terdapat pada kucing raas, yaitu : buso dan kecubung. Buso adalah bahasa setempat untuk warna abu-abu (blue) seperti yang terdapat pada ras rusian blue atau british shorthair. Sedangkan kecubung adalah istilah setempat yang diberikan bagi kucing yang berwarna coklat.

Informasi mengenai keberadaan kucing Raas telah menarik perhatian dua klub penggemar kucing yang ada di Indonesia. Masing-masing klub ini menginginkan agar kelestarian kucing tersebut tetap terjaga dan menjadikan kucing Raas sebagai ras kucing yang diakui masyarakat perkucingan dunia. Cita-cita ini memerlukan perjuangan yang sangat berat dan memerlukan waktu bertahun-tahun. Diperlukan program pengembangbiakan kucing yang ketat dan terencana untuk menghilangkan atau meminimalkan cacat genetik sekaligus menstabilkan sifat-sifat genetik yang merupakan ciri khas.

Adat istiadat dan kepercayaan setempat mendukung kemurnian ras kucing ini. Kucing ini ternyata merupakan komoditi penting bagi pejabat maupun pemuka di daerah, karena mempunyai arti dan nilai khusus.


Perkembangbiakannya hanya terjadi di pulau Raas dan sangat dilindungi oleh penduduk setempat. Hanya kucing jantan yang telah dikebiri yang diizinkan untuk dibawa keluar pulau. Kelahiran anak kucing warna abu-abu selalu dinantikan untuk diberikan sebagai hadiah kepada orang-orang tertentu ataupun penyayang kucing karena memang sangat diminati.
Dengan adanya perlakuan khusus dari penduduk setempat dalam hal penyebarannya keluar pulau Raas, kemungkinan besar tidak akan terjadi perkembangbiakannya atau persilangan dengan kucing lain ditempat yang baru. Tetapi perkembanganbiakan yang terjadi di pulau Raas itu sendiri belum dapat dipastikan, karena diduga terjadi secara alami tanpa adanya pengawasan atau perlakuan khusus dalam pembiakannya.

Sumber : Cat Fancy Indonesia

Sunday, October 12, 2008

FAO Sarankan Pantau Penularan Virus AI Lewat Kucing

Kapanlagi.com - Meski belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kucing yang terinfeksi virus flu burung (Avian Influenza/AI) dapat menularkan virusnya kepada manusia namun Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (Food and Agriculture Organization/FAO) menyarankan agar penularan virus AI pada kucing juga terus dipantau.

Pernyataan FAO dalam siaran pers di situs resminya, Jumat, itu disampaikan menyusul adanya laporan mengenai infeksi virus flu burung pada kucing di sejumlah negara jangkitan flu burung seperti Indonesia, Irak, Thailand, Federasi Rusia, Uni Eropa dan Turki.

"Kasus penyakit pada kucing harus terus dipantau karena kematian yang tidak biasa pada kucing bisa jadi akibat penularan virus H5N1. Infeksi pada kucing juga bisa menjadi tanda peringatan awal adanya penularan virus. Oleh karena itu pengamatan kesehatan kucing juga harus menjadi bagian dari sistem surveilans di daerah jangkitan," kata Staf Kesehatan Hewan FAO, Peter Roeder.

Menurut FAO, sebagai bagian dari kewaspadaan kucing-kucing di daerah yang unggasnya terinfeksi virus AI H5N1 sebaiknya segera dipisahkan dari unggas atau burung yang telah terinfeksi.

Dengan alasan itu pula, FAO menyarankan, di kawasan peternakan unggas komersial, kucing sebaiknya dipelihara di dalam rumah.

"Ini harus diperhatikan, bukan hanya karena kucing bisa berlaku sebagai inang perantara dalam penyebaran virus H5N1 virus antar spesies tetapi juga karena pertumbuhannya pada kucing mungkin bisa menyebabkan virus H5N1 beradaptasi dan menjadi strain yang lebih infektif yang dapat memicu pandemi influenza," kata Asisten Direktur Jenderal FAO Alexander Muller.

Namun lembaga itu tidak menyarankan dilakukannya pembunuhan terhadap kucing sebagai pilihan upaya pengendalian infeksi virus karena hingga saat ini hewan tersebut belum terbukti dapat menularkan virus secara berlanjut.

Selain itu, menurut FAO, memindahkan kucing dikhawatirkan dapat memberi peluang berkembangnya hewan pengerat seperti tikus, hama pertanian yang dapat menularkan penyakit kepada manusia.

Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa menurut sejumlah studi, kucing dapat terinfeksi karena mengonsumsi unggas atau burung yang sakit dan akibatnya kucing bisa sakit parah serta mati. Virus AI juga ditemukan pada saluran pencernaan dan pernafasan kucing-kucing yang terinfeksi dan mati.

"Namun temuan yang dilaporkan di Indonesia pada Januari menunjukkan bahwa sekitar 80 persen kucing di daerah jangkitan belum terinfeksi. Ini mengindikasikan bahwa kucing sepertinya bukan penampung virus. Kucing lebih mirip sebagai inang akhir virus," kata Roeder.

Dia mengatakan FAO bekerja sama dengan ilmuwan dan lembaga penelitian di negara-negara jangkitan akan melakukan studi lapangan di wilayah Jawa, Indonesia, dimana virus H5N1 berjangkit dan kucing-kucing mati, untuk meneliti peran binatang tersebut dalam penularan virus flu burung.

"Penelitian ini selanjutnya juga akan diperluas ke wilayah Indonesia yang lain dan negara lain. Kita memerlukan studi eksperimental supaya bisa lebih memahami proses biologis infeksi H5N1 pada kucing, termasuk yang paling penting berapa lama virus itu bisa bertahan di tubuh binatang yang terinfeksi itu," demikian Roeder.

Saturday, October 11, 2008

Toxoplasma

Banyak yang beranggapan kalau hanya kucing yang menjadi sumber penularan penyakit Toxoplasma. Penyakit menular ini dapat menyerang semua hewan termasuk burung dan ikan. Tak terkecuali manusiapun dapat menularkan. Penyakit ini disebabkan oleh parasit protozoa yang bernama Toxoplasma gondii. Pada infeksi akut, parasit ini dapat ditemukan bebas di dalam berbagai jaringan dan cairan tubuh.

Toxoplasma berkembang biak di dalam sel darah putih, jaringan parenkhim dan sel endotel dengan cara membelah diri (non-sexual), membentuk tachizoit (bentuk aktif), kemudian bergerombol (jumlahnya sampai ratusan atau ribuan) dalam bentuk in-aktif (Bradizoit). Setelah itu membentuk kista, dalam bentuk inilah parasit akan berdiam diri di dalam jaringan syaraf mata, otot jantung, alat pencernaan dan lain sebagainya.

Pada saluran pencernaan hewan sebangsa kucing, toxoplasma mampu berkembang biak secara sexual dan non-sexual. Oleh sebab itu bangsa kucing disebut induk semang difinitif. Pada kotoran bangsa kucing, toxoplasma ditemukan dalam bentuk telur. Dalam Waktu 48 jam telur itu akan membelah menjadi bentuk bentuk infektif yang disebut sporozoit. Bentuk sporozoit inilah yang berbahaya bagi manusia atau hewan lain jika tertelan melalui makanan atau minuman yang tercemar.
Toxoplasma dalam bentuk tachizoid terdapat dalam cairan tubuh seperti darah, air liur dan cairan sperma. Mampu ditularkan oleh serangga lewat gigitan. Tachizoit-pun bisa bersarang dicalon telur atau kelenjar susu sehingga tidak menutup kemungkinan telur dan air susupun bisa tertular toxoplasma.

Infeksi oleh toxoplasma tidak menunjukkan gejala klinik secara nyata. Namun bila terinfeksi maka dapat menyebabkan keguguran, radang hati, radang, otot jantung atau kerusakan sistem syaraf pusat. Gejala umum seperti demam, nafsu makan menurun atau gejala seperti sakit flu. Untuk mendeteksi adanya infeksi toxoplasma dalam tubuh dengan cara pemeriksaan antibodi. Kalau untuk hewan sebangsa kucing mendeteksi toxoplasma dengan menemukan adanya telur dalam fesesnya.
Penderita toxoplasma keadaanya akan semakin buruk bila kondisi fisiknya sakit, sehingga kekebalan tubuh semakin menurun, kekurangan gizi, dan dalam keadaan stress. Pada kasus ini kaum perempuan yang paling banyak menderita dan mempunyai resiko tinggi tertular infeksi ini, karena setiap bulan kaum perempuan selalu mengalami menstruasi dan pada saat itu kekebalan tubuh secara alami menurun secara drastis dan kondisi tubuhnya melemah.

Pada keadaan seperti itu, kaum perempuan mempunyai resiko besar untuk tertular penyakit atau mempercepat dan memperbanyak perkembangbiakan bila di dalam tubuhnya sudah terdapat infeksi toxoplasma. Kesulitan memiliki keturunan atau bayi yang dilahirkan memiliki cacat fisik dan mental atau memiliki gangguan pada sistem syaraf pusat.
Bukan berarti kaum laki-laki terbebas dari penyakit ini, asal selalu menjaga kondisi tubuhnya dengan baik. Untuk terhindar dari penyakit toxoplasma memelihara kesehatan tubuh dan kebersihan lingkungan dengan baik. Hidup sehat dan selalu berbahagia, jauh dari stress dan tekanan serta selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang telah dicuci atau yang telah dimasak dengan benar.
Apabila memelihara kucing dirumah, sebaiknya juga memberi makanan serta minuman yang telah dimasak. Jangan biarkan kucing berburu tikus atau burung liar. Selalu menjaga kebersihan dan kesehatannya. Usahakan menyediakan tempat khusus bagi kucing yaitu kotak berisi pasir kering untuk membuang kotoran dan air kencingnya. Setiap dua hari sekali tempat tersebut diganti atau dibuang tapi sebelumnya harus disiram dengan air panas atau dibersihkan dengan disenfektan dengan tujuan membunuh telur toxoplasma.

Hal yang sangat penting ditekankan bahwa tidak semua kucing berpotensi menularkan toxoplasma, tapi hanya kucing atau hewan lain yang menderita toxoplasma yang menjadi sumber penyakit. Bergaul, memelihara dan memiliki kucing yang sehat tidak akan menyebabkan sakit dan kemandulan.

(Drh. Luki Kusuma Wardhani)

Induk kucing mengasuh bayi panda

AMSTERDAM, KAMIS - Seekor induk kucing rumahan yang tengah menyusui dengan tangan terbuka mengasuh bayi panda merah malang yang ditinggalkan induknya. Kucing milik petugas kebun Binatang Artis, Belanda tersebut mungkin menganggap bayi panda tersebut seperti anak-anaknya.

Panda merah tersebut adalah salah satu dari dua ekor panda merah yang lahir di sana pada 30 Juni 2008. Namun, mereka terlantar karena induk panda enggan mengasuh, bahkan memusuhinya. "Mereka dibiarkan di udara yang dingin," ujar petugas KB, Bart Kret.

Untuk menyelematkan bayi-bayi panda tersebut, petugas pun menempatkannya ke dalam inkubator. Sayang, seekor di nya terlalu lemah dan akhirnya mati. Beruntung, bayi panda lainnya kini telah mendapatkan induk angkat sehingga punya peluang hidup lebih besar.

Meski lahir tiga hari lebih dulu, ukuran bayi panda lebih kecil daripada anak-anak kucing. Namun, saat dewasa, ukuran tubuhnya bakal jauh lebih besar daripada kucing. Bart Kret mengatakan biasanya anak panda menyusu selama tiga bulan sebelum mulai memakan bambu dan buah-buahan.

Panda merah (Ailurus fulgens) merupakan jenis satwa langka yang hidup alami di China, Bhutan, Nepal, India, dan Burma. Meski namanya panda, ia berbeda sekali dengan panda raksasa yang merupakan maskot China. Hewan tersebut memiliki ciri khas berupa garis-garis di ekornya mirip seekor racoon.

Lynx, Kucing & "Quot Bertanduk" yang Hampir Punah


Liputan6.com, Spanyol: Satwa sejenis kucing bernama Lynx Iberia kini diperkirakan tinggal 150-200 ekor di seluruh dunia. Untuk melestarikan hewan langka itu, pemerintah Spanyol telah menyiapkan dana sebesar delapan juta euro atau sekitar Rp 70 miliar. Sebagai satu usaha, pemerintah setempat telah mengirimkan dua anak lynx bernama Aura dan Saliega ke kebun binatang Jerez de La Frontera, Spanyol, baru-baru ini. Menurut Direktur Kebun Binatang Jerez, Inigo Sanchez, kedua anak kucing tadi akan ditangkar sesuai habitatnya agar berkembang biak pesat. Sebab, jika mamalia predator itu punah, keseimbangan ekologi akan terganggu. Selain lynx, kebun binatang Jerez juga memelihara puluhan satwa langka lain, seperti panda merah dan bison Eropa. Hewan yang pintar berenang dan memanjat pohon ini pertama kali ditemukan di belahan dunia utara seperti Skandinavia, Siberia, Kanada, dan Amerika Utara. Bentuknya sangat mirip dengan kucing tapi mempunyai bentuk kuping yang sedikit berbeda, yakni memanjang ke atas mirip tanduk. Biasanya, lynx betina mampu beranak pada umur 21 bulan sedangkan lynx jantan mencapai usia dewasa pada umur 33 bulan. Selain itu, ukuran tubuh lynx jantan mampu mencapai lima kali lebih besar ketimbang kucing biasa. Hewan yang biasa hidup di dataran tinggi ini memiliki warna berbeda-beda sesuai habitat tinggalnya. Di Spanyol, hewan ini berwarna totol-totol hitam, kuning, dan merah dengan dasar putih. Di Kashmir dan Tibet, binatang ini terlihat tak bertotol saat musim salju. Saat ini, populasi lynx dapat ditemukan di Taman Nasional Donana, Spanyol Selatan dan Pegunungan Sierra Morena di Spanyol Utara.(MTA/Idr)

Menjaga kucing anda tetap sehat

Anda tentu ingin terus menjaga kucing kesayangan anda agar tetap sehat dan lucu, tapi bisa jadi anda bingung perawatan apa yang mereka butuhkan untuk tetap sehat? nah, artikel berikut akan memberi anda sedikit gambaran tentang bagaimana menjaga kesehatan dan kebersihan kucing anda.


Grooming

Ide yang sangat baik untuk mulai menggrooming kucing anda sejak masih kecil, terutama jika kucing anda berjenis bulu panjang. Kucing berbulu panjang memerlukan perhatian ekstra setiap harinya agar bulu-bulunya selalu tampil cantik, rapi dan tidak kusut. Grooming dapat menghilangkan kelebihan bulu yang rontok yang dapat termakan oleh mereka dan masuk ke dalam perut. Menyisir dan menggosok akan membantu menghilangkan bulu-bulu ini dan biasanya kegiatan ini sangat di sukai oleh kucing. Grooming juga memberi anda kesempatan untuk dapat terus memperhatikan keadaan kesehatan kucing anda dan membangun hubungan yang lebih erat antara anda dan kucing anda. Bersikaplah lembut dan jadikanlah kegiatan Grooming sebagai pengalaman yang menyenangkan dan membahagiakan.

Vaksinasi

Untuk mencegah dan melindungi kucing anda dari berbagai infeksi enteritis feline dan influenza feline, anak kucing sebaiknya di vaksinasi. Injeksi pertama biasanya di berikan pada usia 8-9 minggu dan yang kedua ketika berumur 12 minggu. Kucing sebaiknya di jauhkan dari kucing-kucing lain dan tetap berada di dalam ruangan selama 10 hari setelah injeksi kedua untuk memastikan perlindungan yang maksimum.

Untuk meningkatkan tingkat perlindungan, pada kucing dewasa di butuhkan regular booster ( biasanya sekali setiap 1-3 tahun ). Dokter hewan anda akan memberi penjelasan mengenai program vaksinasi tersebut dan segala resiko yang berhubungan dengan berbagai gejala penyakit di sekitar anda. Di perkotaan, di mana tingkat densitas kucing tinggi, resiko infeksi akan jauh lebih tinggi.

Worming

Cacingan akan membuat kucing anda lemah. Kucing sebaiknya di berikan perawatan melawan cacingan pada minggu ke 4-6 dan kemudian di berikan secara regular setiap 2-3 minggu sampai mereka berumur 4 bulan. Setelah worming, kucing anda sebaiknya di berikan obat cacingan setiap 2-6 bulan tergantung pada sesering apa mereka bermain di luar dan apakah mereka berkutu atau tidak.

Kutu

Bahkan kucing yang bersih pun dapat memiliki kutu, oleh karena itu periksalah dengan teliti ketika melakukan grooming. Kutu biasanya terlihat seperti noda kecil berwarna coklat, terutama di bagian leher dan buntut. Ketika di tempatkan pada katun wool yang lembab, kutu perlahan-lahan larut membentuk lintasan darah.

Untuk control yang efektif, kutu dewasa pada kucing harus di basmi dan di lakukan pencegahan. Beberapa cara tradisional dengan pemakaian spray, shampoo dan kalung kutu dapat mengandung substansi racun yang potensial yang dapat mengganggu kucing anda dan tidak terlalu menjadi efektif. Dokter hewan anda dapat memberikan berbagai produk yang aman untuk membunuh kutu dan juga aman bagi kucing anda karena bekerja pada reseptor yang hanya ada pada serangga.

Binatang lain yang berada di sekitar rumah harus diberikan perawatan yang sama. Tempat tidur kucing harus sering di cuci atau diganti. Dokter hewan anda juga dapat menyediakan produk yang dapat membasmi kutu di rumah anda, termasuk kutu yang terbawa oleh kucing anda.

Kotoran Telinga

Kebanyakan kucing memiliki kotoran telinga. Meskipun tidak menunjukkan gejala yang serius namun kotoran yang menumpuk banyak dapat menimbulkan iritasi yang mengakibatkan luka. Pada kasus yang parah, kanal telinga dapat terbendung yang mengakibatkan terjadinya infeksi. Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit namun kotoran-kotoran di telinga dapat sangat mengganggu kucing anda dan mungkin bisa menyebar ke hewan peliharaan anda yang lainnya. Oleh karena itu sering seringlah membersihkan telinga kucing anda dengan tissue atau kain halus yang di beri air hangat. Jika telinga kucing anda mulai menampakkan gumpalan tipis berwarna coklat yang lumayan meluas, segera hubungi dokter hewan anda untuk di periksa lebih lanjut.

Spaying (Netralisasi)

Setiap tahun makin banyak kucing yang tidak diinginkan lahir, mereka harus mencari makanan sendiri dan hidup luar rumah. Kebanyakan kucing-kucing ini tidur kedinginan di jalanan. Jika anda menetralisasikan kucing anda, anda akan sangat membantu mengatasi permasalahan ini.

Kucing jantan dapat di kebiri pada umur 4-5 bulan. Penetralisasian dapat mengurangi kebiasaan kucing jantan yang biasanya mengencingi area yang di tandai sebagai wilayah kekuasaannya. Kucing anda juga tidak akan menjadi terlalu aktif dalam berusaha mencari pasangan, atau menjadi teramat sangat berperilaku agresif.

Kucing betina sebaiknya di netralisasi untuk mencegah lahirnya kucing-kucing yang tidak di inginkan. Hal ini dapat di lakukan oleh dokter hewan anda pada saat kucing betina berumur 4-5 bulan. Spaying tidak memiliki efek yang membahayakan bahkan akan mengurangi tingkat stress kucing anda akibat tingkat gairah yang tinggi, kehamilan, dan kelahiran.

Cat Flu

Penyakit flu sering terjadi pada kucing, terutama pada kucing yang belum divaksinasi dan mudah sekali menular kepada kucing lain. Penyakit ini jarang menyebabkan kematian pada kucing dewasa tetapi dapat berakibat fatal bila menyerang anak kucing. Meskipun pada kucing dewasa jarang berakibat fatal, gejala-gejala penyakit seperti pilek dan bersin-bersin dapat berlangsung cukup lama. Oleh karena itu pencegahan dengan vaksinasi rutin merupakan tindakan terbaik.

Apakah Flu Kucing itu?

Flu kucing adalah penyakit pada kucing yang biasanya disebabkan oleh infeksi satu atau kombinasi beberapa virus (virus herpes dan virus calici) dan bakteri.

Bagaimana cara penularan Penyakit ini ?

Seperti halnya penyakit flu pada manusia, flu kucing juga menyebar melalui air liur,cairan bersin/droplet yang mengandung virus. Droplet ini tersebar melalui bersin, kontak langsung atau tidak langsung melalui peralatan (tempat makanan, minuman, kandang, dll) yang tercemar virus. Kontak tidak langsung juga dapat terjadi melalui sentuhan manusia, oleh karena itu cucilah tangan dengan sabun/antiseptik setelah memegang kucing sakit agar tidak menulari kucing lain.
Masa inkubasi penyakit ini dapat mencapai 3 minggu, artinya kucing bisa saja tidak menunjukkan gejala sakit flu hingga 3 minggu sejak virus menyerang. Selama 3 minggu tersebut kucing bisa saja menyebarkan virus, meskipun tidak terlihat sakit.

Bagaimana tanda-tanda kucing terserang Flu ?

Gejala flu kucing mirip seperti flu pada manusia. Di awali dengan bersin-bersin bekelanjutan, demam, nafsu makan berkurang atau hilang sama sekali, lemah, lesu, diikuti dengan batuk, mata merah dan berair. Tanda-tanda penyakit biasanya mulai berkurang setelah 7 hari dan kembali ke kondisi semula dalam 2-3 minggu. Pada beberapa kasus, penyakit ini dapat menyebabkan semacam sariawan pada mulut dan menyebabkan kucing kesakitan bila makan.

Apakah Flu kucing menular pada manusia ?

Tidak. Virus flu pada kucing berbeda dengan virus flu yang menyerang manusia.

Apakah flu kucing dapat diobati ?

Sayangnya hingga saat ini belum ada obat untuk flu kucing. Segera temui dokter hewan bila gejala penyakit ini terjadi pada kucing Anda. Pemberian obat-obatan seperti antibiotik lebih bersifat mencegah infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri. Obat-obat lain yang diberikan biasanya bertujuan untuk mengurangi gejala flu seperti menurunkan panas, melegakan pernafasan dan menghilangkan lendir saluran pernafasan yang berlebihan. Selebihnya sangat tergantung pada sistem kekebalan tubuh kucing itu sendiri.
Pada kucing dengan kondisi dan gizi yang bagus, penyakit flu ini akan sembuh sendiri dalam waktu 2-3 minggu. Meskipun kucing tidak mau makan, usahakan ada makanan yang masuk ke dalam tubuh dengan cara disuapi, agar kucing tersebut tetap mempunyai energi dan nutrisi yang baik untuk memerangi virus flu.

Apakah Kucing yang terserang Flu dapat kembali sehat ?

Biasanya kucing yang terserang flu kembali sehat dalam beberapa minggu. Pada beberapa kasus infeksi dan gejalanya berlangsung lebih lama, kucing terlihat selalu bersin-bersin dan pilek selama beberapa bulan. Hal ini dapat menyebabkan kondisi kucing kurang baik dan mudah terserang penyakit lain.

Perlukah diberi vitamin atau suplemen ?

Vitamin dan suplemen dapat membantu meningkatkan kondisi dan sistem kekebalan tubuh kucing yang sedang sakit. Konsultasikan dengan dokter hewan vitamin/suplemen yang cocok beserta dosisnya.

Apakah Vaksinasi dapat menyembuhkan kucing yang sakit flu ?

Vaksinasi lebih bersifat pencegahan.Vaksinasi rutin tidak 100 % melindungi kucing dari penyakit. Pada kucing yang rutin divaksinasi, meskipun terserang flu biasanya tidak parah dan lebih cepat sembuh.

Scabies pada kucing

Scabiesis adalah penyakit kulit yang disebabkan tungau (sejenis kutu)scabies/sarcoptes. Penyakit ini sering menyerang anjing, kucing, kelinci dan dapat juga menular ke manusia. Sebagian besar scabiesis pada anjing dan kelinci disebabkan oleh tungau sarcoptes scabiei, sedangkan notoedres cati lebih sering menyebabkan scabiesis pada kucing. Selain notoedres cati, Sarcoptes scabiei juga dapat menyerang kucing.

Tungau Notoedres cati, siklus hidup & cara penularan

Scabiesis pada kucing lebih sering disebabkan notoedres cati, seperti halnya sarcoptes scabiei yang lebih sering menyerang anjing. Tungau ini berukuran sangat kecil (0.2-0.4 mm), hanya bisa dilihat dengan mikroskop atau kaca pembesar.

Seluruh siklus hidup tungau ini berada di tubuh induk semangnya. Tungau betina menggali dan melubangi kulit kemudian bertelur beberapa kali sambil terus menggali saluran-saluran dalam kulit induk semangnya. Lubang-lubang dalam kulit yang digali seekor tungau betina dapat mencapai panjang beberapa centimeter.

Setelah bertelur beberapa kali, tungau betina mati. Dalam waktu 3-8 hari telur menetas menjadi larva berkaki enam. Larva yang telah dewasa berubah menjadi nimfa yang mempunyai delapan kaki. Nimfa dewasa berganti kulit menjadi tungau dewasa. Dalam saluranyang telah digali tungau betina tersebut, tungau dewasa melakukan perkawinan dan proses daur hidup berulang kembali. Satu siklus hidup memerlukan waktu 2-3 minggu.


Scabiesis dapat menyerang kucing pada semua umur, baik jantan maupun betina. Penularan penyakit kulit ini terjadi melalui kontak fisik antar kucing atau kontak dengan alat-alat yang tercemar tungau seperti sisir, kandang, dll.

Tanda & gejala terserang Scabies


Tanda-tanda awal terkena penyakit ini biasanya berupa rontok dan gatal disekitar telinga. Dipinggiran daun telinga terlihat ada kerak berwarna putih. Penyakit dapat menyebar dengan cepat ke daerah sekitar wajah, leher, hidung dan kelopak mata. Kadang-kadang tungau juga dapat menyebar hingga ke daerah perut dan telapak kaki.


Rasa gatal yang timbul menyebabkan kucing sering menggaruk-garuk. Infeksi kronis/lama dapat menyebabkan penebalan dan keriput pada kulit ditutupi oleh kerak-kerak berwarna abu-abu kekuningan. Infeksi yang parah mengakibatkan luka dan berkembang menjadi infeksi sekunder.


Diagnosa

Penyakit ini sering tertukar dengan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur (ringworm). Diagnosa penyakit biasanya dilakukan dengan cara memeriksa kerokan kulit dibawah mikroskop. Biasanya dalam kerokan kulit tersebut ditemukan banyak tungau.

Pengobatan


Obat klasik yang sering digunakan untuk mengatasi penyakit ini adalah sulfur/belerang. Sulfur juga merupakan obat klasik penyakit kulit yang disebabkan oleh ringworm/jamur. Mandikan kucing dengan shampoo/sabun yang mengandung sulfur, kemudian dicelup (dip) dengan cairan sulfur 2-3 %. Mandi dan dip sulfur dilakukan setiap tujuh hari sampai sembuh. Setidaknya diperlukan 6-8 kali mandi hingga penyakit sembuh.

Cara lain yang sering digunakan adalah injeksi obat golongan avermectin seperti ivermectin, doramectin atau selamectin. Suntikan inilah yang sering salah kaprah disebut sebagai suntik jamur, seperti juga kesalahan diagnosa scabies yang sering salah kaprah disebut sebagai jamur.

Lihat juga : suntikan anti jamur tidak membunuh jamur

Setidaknya diperlukan dua kali suntikan ivermectin dengan selang waktu 2 minggu, agar penyakit dapat sembuh total.

Bila dalam satu rumah terdapat beberapa ekor kucing, Pengobatan yang sama juga harus diakukan terhadap kucing lain. Karena bila tidak diobati, ada kemungkinan terjadi infeksi ulang dari kucing lain yang tidak diobati, akibatnya penyakit ini tidak pernah sembuh secara tuntas.

Pencegahan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pencegahan bisa dilakukan dengan cara menghindari kontak dengan kucing liar atau kucing yang telah terkena penyakit ini. Kucing yang tinggal di dalam rumah biasanya jarang sekali terkena penyakit ini.

Cuci dan desinfeksi alat-alat grooming seperti sisir, sikat, dll setelah digunakan pada kucing yang terkena penyakit ini.

Hindari penitipan hewan atau tempat grooming yang tidak mempunyai sanitasi/kebersihan yang baik. Perhatikan juga apakah alat-alat grooming di desinfeksi sebelum digunakan terhadap kucing lain.

Bila salah satu kucing menunjukan gejala penyakit ini, segera isolasi dan cegah kontak dengan kucing lain yang masih sehat. Mandikan dengan shampoo khusus atau bawa ke dokter hewan untuk pengobatan.

Infeksi telinga (otitis) pada kucing


Keterangan

1. daun telinga kemerahan, sedikit bengkak disertai kotoran telinga
2. saluran telinga menyempit/tertutup sebagioan akibat bengkak
3. kotoran dalam saluran telinga

Banyak sekali berbagai macam kondisi dan sebab yang dapat mengakibatkan terjadinya radang telinga (otitis) pada kucing. Mulai dari tungau telinga (ear mite), bakteri, jamur, kanker, alergi, gangguan sistem kekebalan tubuh, luka, dll.

Secara umum telinga terbagi menjadi tiga bagian, bagian luar (eksternal), tengah dan dalam (internal). Otitis dapat terjadi pada salah satu atau ketiga bagian telinga tersebut. Otitis yang terjadi pada telingan bagian dalam biasanya bersifat parah dan fatal, dapat mengakibatkan hilangnya kemampuan mendengar secara permanen.


Otitis yang tidak ditangani secara cepat dan tepat dapat menyebabkan radang berlangsung lama/kronis. Pada beberapa kondisi radang kronis ini dapat menyebabkan tumbuhnya polip. Lebih lanjut lagi polip ini dapat berkembang menjadi tumor/kanker dan menutup saluran telinga, akibatnya kucing tidak dapat mendengar suara dengan baik lagi.

Pengobatan

Tindakan pengobatan yang dilakukan berbeda-berda tergantung penyebab otitisnya. Obat tetes telinga yang mengandung antbiotik dan anti radang bisa diberikan bila terjadi infeksi bakteri dan pembengkakan.

Obat tetes telinga yang mengandung anti ektoparasit atau injeksi obat golongan avermectin (ivermectin, selamectin, dll) bisa diberikan bila otitis disebabkan oleh ear mite atau ekto parasit lain. Pemberian obat-obatan ini harus mengikuti siklus hidup parasit tersebut.

Untuk kasus tumor atau polip, diperlukan tindakan operasi/bedah untuk mengangkat jaringan yang abnormal.

Otitis yang disebabkan oleh alergi dan gangguan hormon memerlukan tindakan pengobatan secara menyeluruh dan sistematis. Seringkali pengobatan hanya bersifat mengurangi efek/sakitnya saja, karena penyebab utamanya (alergi atau gangguan hormon) memang relatif sulit disembuhkan.

Pencegahan

Selalu memeriksa kebersihan telinga kucing secara teratur. Bersihkan telinga kucing secara rutin. Cairan telinga normal berwarna bening-kuning kecoklatan. Bila berwarna coklat tua atau berbau busuk, kemungkinan besar kucing menderita otitis.

Hair Ball, bola bulu penyebab kucing muntah

Kucing adalah hewan yang sangat bersih. Saking bersihnya hingga mereka menjilati dan menyisir badan dan bulunya untuk menghilangkan kotoran dan bulu yang rontok. Kegiatan ini sering juga disebut grooming.

Lidah kucing berbentuk seperti sisir, dipermukaanya terdapat duri-duri kasar yang bisa terlihat jelas bila dilihat dengan mikroskop. Pada saat grooming, bulu-bulu yang rontok tersangkut di lidah, ditelan dan masuk ke saluran pencernaan. Bulu-bulu ini melewati usus dan dikeluarkan melalui feces.

Bagaimanapun juga, bulu-bulu ini bisa saja menumpuk dan menggumpal di lambung atau usus, membentuk sebuah bola bulu yang sering disebut hairball. Hairball ini akan dikeluarkan lewat feces atau melalui muntah. Hairball jarang sekali menyebabkan masalah serius, tetapi hairball sering sekali terjadi pada kucing-kucing yang berbulu panjang. Apalagi bila kucing tersebut bulunya sedang rontok atau tidak disisir setiap hari.

Pada beberapa kejadian (jarang sekali terjadi), hairball menyumbat saluran pencernaan dan menyebabkan masalah/penyakit. Hairball ini bisa saja menyumbat esofagus (saluran penghubung mulut & lambung), lambung, usus kecil atau usus besar. Bila tidak segera diobati, masalah ini dapat berakibat fatal bagi kucing. Pada kasus-kasus parah, tindakan bedah diperlukan untuk mengeluarkan hairball yang menyumbat.

Segera hubungi dan konsultasikan dengan dokter hewan, bila anda mencurigai kucing kesayangan anda mengalami hairball.

Tanda-tanda hairball :
- Batuk-batuk
- Muntah. pada muntahan biasanya terlihat adanya gumpalan bulu. Gumpalan bulu bisa berbentuk seperti bola kecil atau agak panjang seperti feces. Untuk meyakinkan gunakan ranting atau tongkat kecil dan tekan gumpalan tersebut. Bila feces biasanya lunak, sedangkan hairball agak kenyal dan terasa seperti ada serabut/rambut. Ukuran hairball bervariasi mulai dari sebesar kelingking bayi hingga sebesar jempol orang dewasa. Bisa saja perlu beberapa kali muntah agar hairball bisa keluar semuanya. Pada beberapa kasus, hairball dapat menyebabkan muntah hingga 1 minggu. Muntah biasanya berhenti setelah seluruh hairball keluar.
- Penurunan berat badan atau hilang nafsu makan. Hal ini bisa terjadi bila muntah berkepanjangan atau bila hairball tidak dapat dikeluarkan melalui muntah atau feces.
- Makan rumput/tanaman. Kadang-kadang kucing suka makan rumput atau tanaman dengan tujuan merangsang muntah sehingga hairball dapat keluar. Bisa juga serat-serat dari rumput bercampur dengan hairball, sehingga hairball dapat keluar lebih cepat melalui feces. Hati-hati dengan tanaman yang beracun bagi kucing.

Pengobatan
Sebagian besar hairball dikeluarkan secara normal melalui feces atau muntah. Segera konsultasikan dengan dokter hewan bila kucing anda mengalami masalah hairball. secara teratur berikan kucing anda sedikit rumput khusus kucing (bila kucing menyukainya). Serat khusus untuk kucing atau laksatif (semacam pencahar) yang terbuat dari petrolatum/ lilin/vaselin khusus. Berbagai laksatif & obat-obatan yang bertujuan mengurangi akibat buruk hairball juga tersedia di petshop-petshop.

Pada beberapa kasus diperlukan tindakan bedah untuk mengeluarkan hairball. Berbagai penyakit menular juga menyebabkan muntah pada kucing. Selalu konsultasikan dengan dokter hewan bila kucing anda muntah.

Pencegahan
Mandikan dan sisir kucing anda secara teratur, terutama pada musim panas/kemarau atau pada saat bulunya sedang rontok. Semakin banyak bulu rontok yang disisir, semakin sedikit bulu yang ditelan kucing dan semakin kecil resiko kucing anda terkena hairball.

Pemberian serat/rumput khusus kucing (dijual di petshop) secara teratur juga mengurangi resiko terjadinya hairball. selalu konsultasikan dengan dokter hewan sebelum memberikan berbagai produk yang dapat mengatasi hairball.

Golongan darah kucing

Seperti juga manusia, ternyata kucing pun memiliki beberapa macam golongan darah. Ada tiga macam golongan darah yang terdapat pada kucing, yaitu A, B dan AB. Di Amerika Serikat, 95 % kucing domestik dan campuran mempunyai golongan darah tipe A. Semua kucing ras Siam, Burmese, Tonkinese, American Shorthair dan Oriental Shorthair sejauh ini diketahui mempunyai golongan darah A.

Sekitar 50 % kucing ras berdarah murni termasuk ras Persia, Devon Rex, Sphynx, Abyssinian, Cornish Rex, Exotic Shorthair, Birman dan Somali mempunyai golongan darah B.

Sejauh ini, peralatan/kit untuk mengetahui jenis golongan darah kucing belum terdapat di Indonesia. Walaupun ada Cattery atau Breeder berpengalaman yang membeli sendiri peralatan tersebut dari luar negeri untuk kepentingan Cattery-nya.

Golongan darah A pada kucing bersifat lebih dominan dari pada tipe B. Oleh karena itu bila salah satu orang tua kucing mempunyai golongan darah yang berbeda, kemungkinan besar anak-anak kucing mempunyai golongan darah A.

Friday, October 10, 2008

Kucing Sphinx


Kucing Ras Sphynx (dahulu bernama Canadian hairless) adalah ras dengan kucing yang mempunyai bulu pendek atau sedikit sekali. Bulu kucing tersebut sangat halus seperti lapisan tipis pada kulit. Ras ini dihasilkan dari kucing-kucing yang mengalami mutasi genetik. Jumlah kucing ras ini juga masih sangat terbatas.

Sejarah
Selama beberapa ratus tahun terakhir, kucing tanpa bulu secara spontan terlahir dari kucing-kucing domestik berbulu pendek. Mutasi alamiah ini terjadi secara spontan. Kucing-kucing yang mengalami mutasi ini ditemukan di beberapa tempat seperti Kanada, Perancis, Maroko, Meksiko, Rusia, Australia dan Amerika. Tetapi kucing-kucing tersebut tidak pernah dikembangkan menjadi satu ras khusus dan sebagian besar mati akibat kurangnya perawatan atau karena berbagai masalah pengembangbiakan.

Pada tahun 1960 sepasang kucing lokal Kanada yang berbulu pendek melahirkan anak-anak tanpa bulu. Sejak saat itulah program pengembangbiakan kucing-kucing tanpa bulu tersebut dimulai. Pada tahun 1970 Cat Fanciers Association (CFA) memberikan status kucing tersebut sebagai Ras "Canadian hairless". Tetapi setahun kemudian CFA menarik kembali keputusannya karena ada masalah kesehatan dan perkembangbiakan ras tersebut. Pada saat itu gen yang berhubungan dengan ketiadaan bulu dianggap mematikan (letal). Akhirnya kucing-kucing dan keturunannya tersebut menjadi punah.

Pada tahun 1975, pemilik sebuah pertanian di Minnesota bernama Milt dan Ethelyn, mempunyai seekor anak kucing tanpa bulu yang lahir dari kucing normal di pertanian mereka yang bernama Jezabelle. Tahun berikutnya kembali lahir kucing tanpa bulu dari Jezabelle. Kedua anak kucing ini diberi nama Epidermis dan Dermis. Dermis dan Epidermis dibeli olah seorang breeder kucing dari Oregon bernama Kim Mueske. Keturunan Dermis dan Epidermis disebut sebagai garis keturunan Pearson

Sementara itu seorang breeder lain dari Minnesota yang bernama Georgiana Gattenby juga mencoba mengembangkan ras kucing tanpa bulu dari induk lain bernama Pearson yang juga menghasilkan anak tanpa bulu. Ia mengawinkan kucing-kucing tersebut dengan ras Devon Rex untuk memperkuat sifat-sifat genetiknya. Keturunan kucing-kucing ini terbukti sehat dan diberi nama Sphynx. Nama tersebut diambil dari Sphinx besar yang ada di Giza, Mesir.

Tahun 1978, seorang breeder kucing di Kanada bernama Shirley Smith menyelamatkan seekor kucing jantan, tanpa bulu yang diberi nama Bambi. Bambi kemudian dikebiri (steril) dan dipelihara sebagai kucing kesayangan. Setahun kemudian induk Bambi melahirkan dua ekor kucing tanpa bulu yang diberi nama Punkie dan Paloma. Pada tahun 1983, Smith mengirimkan Punkie dan Paloma kepada Dr. Hernandez di Belanda untuk dikembangbiakkan. Dr. Hernandez juga mengawinkan kedua kucing tersebut dengan kucing Ras Devon Rex. Ia juga menemukan fakta bahwa gen tanpa bulu lebih dominan dari pada gen bulu keriting seperti pada ras Devon Rex, tetapi resesif terhadap gen berbulu pada kucing normal.

Kucing-kucing keturunan Punkie, Paloma dan Pearson (Dermis dan Epidermis) inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan Ras Sphynx. Keempat kucing itulah yang menjadi nenek moyang sebagian besar Kucing Sphynx yang ada saat ini.

CFA mulai menerima registrasi Ras sphynx pada tahun 1998 dan pada tahun 2000 telah terdaftar 120 ekor kucing ras Sphynx di CFA.


Bentuk dan Ciri Kucing Sphynx
Panjang badan sedang, tegap dan membulat didaerah perut seperti tabung serta dada lebar. Kepalanya lebih panjang dibanding lebarnya dan berbentuk segitiga. Dahinya rata dan tulang pipi menonjol, hidung pendek dengan lekukan yang jelas atau hanya sedikit lekukan. Dagu tegas dan sedikit kumis, pendek atau sama sekali tanpa kumis.
Telinganya besar, lebar pada bagian bawah dan berdiri tegak, bagian dalam telinga tidak berbulu. Mata berbentuk bulat lemon dengan ujung bagian luar mengarah ketelinga dan terbuka lebar, semua warna mata diakui dan tidak perlu sesuai dengan warna bulu. Leher panjang, bulat dan berotot.
Kaki panjang dan proposional dengan ukuran tubuh, kaki depan lebih ramping dan lebih pendek dari kaki belakang, jari kaki panjang dengan telapak kaki tebal. Ekor panjang dan berbentuk cambuk, diujung ekor ditemui sedikit bulu menyerupai ekor singa. Kulit seluruh tubuh dengan sedikit bulu bertekstur sangat halus, berkerut dibagian kepala, badan dan kaki. Pada anak kucing jumlah kerutan pada kepala dan kulit lebih banyak.

Kucing Zaman Purba Ditemukan di Venezuela

CARACAS - Tim peneliti kandungan minyak Venezuela berhasil menemukan fosil kucing raksasa bertaring tajam di wilayah tenggara Caracas.

"Ini merupakan temuan paling penting di Amerika Selatan selama kurun waktu 60 tahun," ujar paleontologis dari Institut Sains Venezuela Ascanio Rincon, seperti dikutip melalui AFP, Selasa (12/8/2008).

Rincon memaparkan bahwa fosil-fosil tersebut ditemukan bersama beberapa fosil hewan lainnya seperti harimau kumbang, serigala, onta, burung gagak, bebek dan kuda. Semua hewan tersebut hidup pada 1,8 juta tahun lalu. Para tim menemukan fosil tersebut secara tidak sengaja saat mereka sedang mencari kemungkinan kandungan energi minyak di pusat wilayah Monages sejak tahun 2006.

"Penemuan kami yang paling penting adalah rangka tengkorak yang masih lengkap dari kucing raksasa zaman purba, yang dinamakan Homotherium, karena hewan jenis ini belum pernah ditemukan di wilayah Amerika Selatan. Bagi kami penemuan ini merupakan sejarah dan membuka tirai baru akan kehidupan zaman purba di wilayah ini," papar Rincon.

Kucing raksasa yang memiliki taring tajam berukuran lebih kecil dari harimau dan tubuh yang mirip dengan Hyena, dipercaya pernah hidup di wilayah Afrika, Eurasia dan Amerika Utara antara lima juta hingga 10 ribu tahun lalu. Hewan ini sempat mengalami kepunahan pada 500 ribu tahun lalu.

Tebak tebakan kucing

1. kucing apa yang takut tikus?
(Doraemon)
2. kucing apa yang paling besar?
(harimau)
3. kucing apa yang dak bisa gerak?
(kucing kucingan)
4. kucing apa yang diam terus?
(kucing mati)
5.kucing apa yang dak punya mulut?
(kucing hello kity)
6.kucing apa yang paling sial?
(tom)


1.kucing paling takut sama...?
(sapu lidi....)
2.ikan yang bisa makan kucing?
(piranha) he he he.....

Green Hat

I-Cat Kucing Disko


 Kucing yang satu ini berbeda dengan kucing-kucing lainnya. Bukan saja dibedakan antara kucing yang asli dan kucing mekanik, tetapi di antara kucing-kucing mekanik yang lain pun kucing ini adalah yang paling istimewa. Namanya i-Cat, kucing robot ini tidak saja berfungsi sebagai speaker untuk mp3 player anda, tetapi dia juga bisa berjoget.

Jika sebuah mp3 player atau ipod dicolok ke i-Cat, maka kucing ini akan berjoget sesuai dengan irama lagu yang diputar. Selain itu, jika dia mendengarkan irama lagu di dekat speaker lain dia juga dapat berjoget mengikuti irama. Blom lagi ditambah dengan selingan-selingan irama "kucing" yang dapat otomatis dia suarakan dengan menyesuaikan dengan irama yang ada. Pengoperasiannya menggunakan baterai AA. Harganya 14.95 poundsterling.

Source : Firebox